Jatipandak oh Jatipandak
Prolog
Jatipandak merupakan salah satu dari
22 Desa yang berada dalam ruang lingkup Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan,
dimana wilayah ini terletak tepat di daerah Lamongan bagian paling selatan
yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang. Secara administratif Desa
Jatipandak memiliki luas 5,06 km2 yang terbagi menjadi tiga buah cakupan dusun yakni; Dusun
Seren, Dusun Mlurus, dan Dusun Jatipandak sendiri sebagai pusat pemerintahan desa.
Secara geografis wilayah
Jatipandak merupakan daerah tertinggi kedua dari 22 Desa di Kecamatan Sambeng
setelah Wateswinangun dengan tinggi 66 mdpl, mengingat Lamongan daerah selatan
termasuk jajaran deretan pegunungan Kendeng yang membentang hingga rembang Jawa
Tengah, alhasil struktur tanah yang memiliki unsur kapur membuat daerah
Jatipandak ditumbuhi flora tanaman jati
dimana pengelolaan hutannya berada dibawah naungan Dinas Perhutani Mojokerto.
Adapun fauna endemik yang tersebar di hutan tersebut seperti; kera, kijang,
babi hutan, aneka ular, bahkan menurut pengakuan beberapa masyarakat pernah
pula berjumpa dengan satwa langka semacam merak dan harimau saat mencari
rumput.
Situs Wikipedia mencatat bahwa
wilayah Jatipandak merupakan sentra penghasil gerabah, genteng, dan batu bata
merah. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman dengan arus urbanisasi lambat
laun membuat industri kecil pengelolaan aneka tanah liat tersebut semakin tak
dijamah. Kemudian berdasar pada cerita sesepuh desa Jatipandak yang diperkuat
dengan catatan di balai desa Jatipandak didapatlah bahwa hingga sampai saat ini
(2017), Desa Jatipandak telah berganti kepala desa sampai 6 kali meliputi;
1. Mbah Lurah Semo 4. Kades Suwandi
2. Mbah Lurah Darjo 5. Kades M. Sutikno
3. Mbah Lurah Kusnan 6. Kades Hanafi
Penamaan Istilah Jatipandak
Setelah mengetahui pemaparan sekilas tentang wilayah
Jatipandak sebagaimana diatas, tentulah memunculkan sebuah pertanyaan yang
mungkin mengganjal di benak kita tentang dari manakah penamaan istilah
jatipandak dan apa maksud dari istilah tersebut. Sebenarnya pertanyaan model
ini merupakan hal yang biasa dan juga kerap muncul di daerah lain dalam
menanggapi sejarah suatu daerah, sepertihalnya daerah Lamongan yang kerap
dinisbatkan pada tokoh Mbah Lamong sebagai sesepuh Lamongan. Ada pula yang
dikaitkan dengan legenda masa lalu seperti daerah hunian suku Tengger (Malang)
yang dirujukan pada mitologi Gunung Bromo yang terdapat penamaan Joko Tengger
sebagai kekasih Putri Rara Anteng.
Tidak ada komentar: